Pelet…

Perkenalkan nama saya Heri, umur 35 tahun. Kisah ini terjadi sekitar akhir Desember 2007, dimana aku berhasil menyentuh dan meraba-raba sampai puas tubuh bugil tetanggaku yang lumayan cakep dan mulus. Begini ceritanya, aku mempunyai tetangga depan rumah yang di huni oleh seorang gadis yang lumayan cakep dan seksi, Phida namaya. umurnya berkisar 20 tahun. Setiap pagi aku selalu memperhatikan Phida kalau lagi menjemur pakaian dengan masih mengenakan daster, uh kadang kontolku sampe ngaceng melihat kemulusan body-nya, aku menghayal andaikan aku bisa berbugil ria dengan Phida, oh sungguh nikmatnya dunia.. Tapi sayang, gadis tetanggaku yang bernama Phida ini angkuhnya minta ampun, sama tetangga engga pernah mau ngumpul, jadi agak susah juga untuk ngajak dia jalan.
Hingga suatu hari pada saat saya sedang makan di warteg dekat rumah ada orang setengah baya yang menawarkan pelet kepada saya, tadinya saya tidak tertarik, tapi setelah orang itu menanyakan kepada saya apakah ada cewek yang jadi incarannya saya langsung teringat sama Phida, hmmm mungkin ini satu-satunya cara agar aku bisa mendekati Phida, akan aku bikin telanjang bulat di depanku kalau peletnya memang ampuh. Dan akupun langsung membeli pelet tersebut dan orang itu langsung memberi tahu aku caranya, ( bagaimana caranya pelet ini bekerja tidak aku ceritakan di sini, karena rahasia ).
Singkat cerita, ternyata aku berhasil memelet Phida, yang secara tiba-tiba menelpon aku ke rumah, yang kebetulan aku sendiri yang angkat teleponnya. Phida minta aku untuk mengajaknya jalan, dan aku langsung setuju aja, karena kapan lagi bisa jalan sama cewek cakep kaya Phida. Aku pun persiapkan diri setelah mandi aku langsung keluarkan motorku dan langsung menuju perapatan di , dimana Phida sudah menunggu aku di situ. dengan mengenakan tshirt merah menyala dan celana jeans yang super ketat, sehingga tubuh seksinya benar-benar terlihat nyata. Phida pun tersenyum kepadaku dan langsung naik ke motorku, dan tanpa aku suruh dia langsung memeluk badanku sehingga tonjolan dadanya terasa banget di punggung, uhuuuuy peletku berhasil, aku bersorak dalam hati..
Mula-mula aku mengajak Phida makan di sebuah restoran padang, sambil menikmati makan, aku membuka percakapan :
“Memang Phida mau jalan2 ke mana sih”. aku bertanya.
“Kemana aja Mas, yang penting aku bisa deket-deket sama Mas Heri”.
“Gimana kalo ke puncak kita nginep semalam mau engga..?”,
“Mau banget Mas, tapi aku telepon mama dulu ya, bilang aja nginep ke rumah temen, mama pasti percaya”,
“OK deh”. jawabku dengan perasaan gembira, ga terasa kontolku jadi ngaceng membayangkan peristiwa nanti malam yang aku rasakan.
Pukul 17.30, akhirnya sampailah kita di puncak, dengan menyewa villa type standar, saya dan Phida langsung masuk ke dalam ruangan melihat fasilitas yang ada, aku langsung menyalakan AC sedangkan Phida langsung menuju menyalakan televisi dan langsung duduk di lantai yang beralaskan karpet. Aku langsung menghampiri phida sambil membawa makanan dan minuman, dan kemudian duduk di samping Phida. Aku langsung membuka minuman fanta kemudian aku tuang ke gelas, kemudian aku sodorkan ke Phida, tapi mungkin karena tanganku menghalangi penglihatannya ke televisi sehingga tangannya langsung menangkis tanganku, dan akibatnya minuman di gelas itu tumpah persis mengenai dadanya. Dengan refleknya langsung saja aku usap-usap dadanya sambil meminta maaf, tapi nampaknya Phida tidak marah. Aku merasakan ketika mengusap dadanya ada sesuatu yang menonjol begitu lembut sehingga membuat kontolku menjadi nyut-nyutan, aku jadi makin keenakan memegangnya sampai-sampai dengan tidak sengaja tanganku meremas gundukan yang menonjol itu. Phida agak sedikit menjerit menerima remasanku, dan aku segera melepas remasanku,
“Maaf ya Phida, habis dada kamu bikin enak di pegang sih” aku beranikan diri bicara.
“Engga papa kok Mas, aku tadi menjerit juga karena keenakan Mas” katanya dengan sedikit malu-malu.
“Oh klo gitu aku pegang lagi ya, tapi biar lebih enak lagi di buka aja kaosnya, aku buka ya” aku berbicara sedikit gemetar karena napsu. Phida hanya mengangguk tanda setuju. Kemudian dengan tangan sedikit gemetar aku buka tshirt-nya, maka tampaklah kulit dadanya yang putih mulus, dengan payudara yang tidak terlalu besar yang di tutupi oleh BH warna hitam. Aku langsung meremas kedua payudaranya dengan kedua tanganku, remasan yang begitu lembut sehingga membuat Phida memjamkan matanya karena keenakan. Setelah puas aku langsung membuka Bh-nya, maka tampaklah puting-nya yang merwarna merah kecoklatan, siap menantang untuk di hisap. Kemudian aku gesek-gesek kedua putingnya dengan jempolku, dan Phida agak menggelinjal kegelian menerima perlakuanku, dan akhirnya aku rebahkan Phida dan dengan sigap dan penuh napsu aku hisap ke dua putingnya, dan Phida mulai mengeluarkan suara rintihan kenikmatan yang membuat aku menjadi makin rakus menghisap, menjilat dan mengulum ke dua putingnya. Karena kemasukan birahi yang cukup tinggi maka otomatis kontolku menjadi blesak pengen keluar dari celanaku, tapi aku biarkan saja dulu, sampai aku puas jilatin seluruh kulit mulusnya Phida baru aku buka celanaku pikirku. Akhirnya lama-lama mulutku aku turunkan persis di atas pusernya, yang kemudian aku cium dan aku endus dengan hidungku, oh begitu halusnya ini kulit, sungguh nikmat rasanya.
Aku menghentikan operasiku, aku tatap wajah Phida dengan keringat yang tampak keluar dari keningnya, aku usap keringatnya dengan menggunakan tshirt-nya, dan kemudian aku dekatkan bibirku ke bibirnya. Phida sepertinya mengerti kemauanku, segera di bukanya bibirnya yang mungil merah merekah, dan langsung saja lidahku masuk ke dalam mulutnya, nikmat sekali rasanya kami saling memilin lidah, menghisap, menyedot, yang membuat mulut ini menjadi ngilu tapi nikmat, dan aku dengan spontan langsung menyedot bibir mungilnya dengan sedotan yang sekuat-kuatnya, sehingga membuat badan Phida menjadi gemetaran dan menjamak rambut kepalaku dengan kencangnya. Puas aku rasanya mencium bibir Phida, dan aku lihat Phida sepertinya kecapean, nafasnya keliahatan turun naik seperti orang habis olah raga.
“Cape ya Nda..?” tanyaku
“Iya Mas, udah dulu ya…” Phida berbicara agak pelan
“Tapi Nda, kontolku masih ngaceng nih, gimana klo Phida jilat dan kulum ya…,biar bisa ngecrot, dari pada aku sodok di memek, nanti kamu tambah cape, udah ga tahan nih, kan jilat sama kulumnya bisa sambil tiduran”,
Dan aku bergegas membuka celana jeansku, dan kontolku langsung mengacung ke depan. tanpa basa basi aku langsung sodorkan ke mulutnya Phida, dan tanpa komando Phida langsung menjulurkan lidahnya kemudian memutar-mutar lidahnya, sementara aku geseka-gesekan helm kontolku pas di atas lidah Phida, huuuiiih nikmatnya. Dan kemudian aku sodok lagi sehingga batang kontolku masuk sebagian ke mulut Phida, lantas dengan spontan Phida menjepit batang kontolku dengan bibirnya yang mungil, dan langsung aja aku gerakan kontolku maju mundur dengan lembutnya. Lama kelamaan karena merasakan sedotan bibir bercampur gelitikan lidah Phida yang membuat kontolku udah ga tahan lagi, dan akhirnya…Crooot…Crooot..Crooot…muncratlah spermaku di dalam mulutnya Phida. Phida ingin berusaha melepas mulutnya dari kontolku, tapi aku tahan dengan tanganku sehingga kontolku masih tetap di dalam mulut Phida, sampai spermaku benar-benar tertelan semua ke dalam mulut Phida hingga tetes yang terakhir. Setelah yakin sudah tidak ada lagi sperma yang keluar, aku tarik pelan-pelan kontolku dari mulutnya Phida, sssshhhh, ngilu rasanya dan nikmatnya tiada tara, dan langsung berbaring di samping Phida, ah puasnya.
Jam menunjukan pulul 19.05, sudah 15 menit aku berbaring. Dan aku lihat Phida sudah tertidur pulas dengan masih mengenakn celana jeansnya, memang tadi aku belum buka celananya untuk menikmati memeknya, karena aku ingin merasakannya secara bertahap, jadi sekarang tinggal memeknya yang akan aku nikmati. Aku segera menghampiri Phida, aku dekatkan mulutku ke puting payudarannya, dan kemudian aku jilat-jilat putingnya sambil sesekali aku hisap denga lembutnya. Sementara tangan kananku berusaha membuka kancing celana jeansnya, setelah terbuka, aku langsung susupkan tanganku ke dalam celananya, tembus lagi masuk ke dalam cd nya, dan aku langsung merasakan belahan memeknya yang memang sudah basah, yang kemudian aku gesek-gesek belahan memeknya dengan jari-jari tanganku Mendapat perlakuan ini Phida langsung merintih kecil, oooww rupanya dia tidak tidur rupanya, dia seperti kenikmatan mendapat perlakuanku. Tanpa ragu-ragu aku langsung pelorotkan celana jeannya sekalian sama cd-nya, dan ya ampun kontolku langsung berdiri tegak lagi melihat paha Phida yang mulus dan putih dan diselangkangannya terlihat memeknya yang merah mungil dengan sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus di atasnya. Dengan napas agak memburu karena luapan nafsu, aku pegang belahan memeknya dengan jari-jari tanganku, aku gesek-gesek dan terasa ada lendir yang menempel di sekitar belahan memeknya. Mungkin Phida sudah mengalami orgasme sewaktu aku memainkan putingnya tadi. Aku langsung hisap jariku yang terkena lendir memeknya Phida, hmmm nikmatnya. mungkin lebih nikmat lagi klo aku hisap langsung dari belahan memeknya. Kemudian aku buka lebar-lebar ke dua kakinya, sehingga selangkangannya makin terbuka lebar, dan aku langsung menempelkan mulutku ke memeknya Phida, kemudian aku buka belahan memeknya dengan kedua jempolku sehingga lidahku bisa merayap masuk ke dalam lubang memeknya. Dengan rakus dan penuh nafsu aku jilat turun naik sambil sesekali aku sedot daleman memeknya, sehingga lendirnya benar-benar terhisap masuk ke dalam mulutku, yang kemudian langsung aku telan. Berulang kali aku lakukan itu sehingga membuat rintihan Phida semakin keras terdengar. Mungkin karena nikmatnya membuat Kepala Phida bergerak ke kiri dan ke kanan sambil sesekali mengangkat pantatnya sementara kedua tangannya menjenggut dan menekan keras kepalaku, sehingga lidahku makin masuk ke dalam lubang memeknya, dan hmmmm… lidahku merasakan ada aliran lendir yang mengalir. Nampaknya Phida sedang mengalami orgasme. Dengan segera aku hisap kembali lubang memeknya dan tertelanlah semua lendir memeknya ke dalam kerongkonganku. Puas rasanya menikmati lendir memek Phida, dan aku segera menghentikan aktivitasku. Aku lihat Phida kembali lunglai tak berdaya, kontolku masih tegak ngaceng ke depan, mungkin sudah ga sabar ingin menerobos lubang memeknya Phida, tapi aku belum puas jilatin memeknya, segera aku buka lagi lebar lebar lubang memeknya, sampai aku melihat klentitnya yang masih mungil agak menonjol, aku jilat turun naik klentitnya sambil sesekali aku hisap. Phida kembali menggelinjang keenakan, Aku terus mempermainkan klentitnya dengan lidahku, dengan bibirku dan juga dengan jari-jariku. Dan akhirnya setelah benar-benar puas merasakan memeknya Phida, aku sudahi dengan hisapan yang lama dan begitu kuat di klentitnya, sehingga membuat Phida berteriak lebih kencang karena merasakan kenikamatan yang tiada tara, Phida kembali orgasme sepertinya.
Aku lihat Phida benar-benar kecapean, nafasnya turun naik, tapi aku engga peduli karena sekarang giliran kontolku yang akan bereaksi. Dengan penuh nafsu aku sodorkan ujung kontolku ke lubang memeknya yang masih sempit. Tapi karena barusan Phida mengalami orgasme sehingga kontolku perlahan namun pasti masuk pelan-pelan ke lubang memeknya. Phida agak menjerit ketika setengah kontolku masuk, tapi memang aku engga peduli, aku terus sodok pelan-pelan kontolku sehingga amblas sampe ujung kontolku. Aku lihat Phida agak meringis sambil menggigit bibirnya yang mungil, cakep sekali dia. Dan aku segera menarik kembali pelan-pelan kontolku yang sudah di jepit oleh dinding memeknya Phida, uuuuh ngiluuu…ennnnaaak…, aku memejamkan mata kenikmatan merasakan sensasi sentuhan dinding memek Phida. Aku sisakan tinggal kepala helmnya aja yang masih di dalam lubang memek, kemudian aku sodok lagi, kali ini lebih kenceng sampai mentok di ujung kontolku, dan Phida agak menjerit. Kemudian aku mulai menggenjot, menaik turunkan kontolku, oh nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Terus dan terus aku genjot memeknya Phida sampai sampai akhirnya…Crooot..Crooot…Crooot, muncratlah spermaku di dalam memeknya Phida, dan aku langsung lunglai lemas rebah di atas tubuh Phida. Aku diamkan kontolku sampai benar-benar lemas dan keluar dengan sendirinya dari lubang memeknya Phida. Oh betapa indahnya hidupku hari ini, aku merasa puas..puas…puas..bisa mengentot gadis tetangga yang lumayan cakep, dan akupun tertidur pulas. Tengah malam aku mengulanginya lagi untuk mengentot Phida dengan berbagai gaya, dimulai dengan oral sex sampai nyodok kontol ke memek, hingga tidak terhitung lagi berapa kali Phida mengeluarkan lendir orgasme dan berapa banyak mani yang aku muncratin, kami benar-benar menikmatinya hingga tak terasa waktu menjelang subuh. Sebelum pulang kamipun mandi pagi bersama-bersama, saling menyabuni dan tak lupa kamipun melakukan oral sex ria dan ngentot di kamar Mandi…wuuiih sungguh segar bercampur nikmat. Dan Menjelang tengah hari kamipun pulang dengan perasaan puas dan lega.
Begitulah cerita pengalamanku yang berhasil memelet gadis tetanggaku, sehingga mau aku ajak ngentot di puncak. Dan bagaimana nasib Phida setelah kegadisannya hilang..? Apakah dia akan menuntut aku untuk menikahinya atau menjalankan profesi sebagai wanita high class untuk di panggil..?

~ oleh archilis pada Ming, 26 April 2009.

 
%d blogger menyukai ini: